Test Footer 1

ketika suatu hal menjadi mustahil do'a mengubah segalanya

Selasa, 16 Oktober 2012

Keajaiban Do'a dan Sedekah



Ini adalah sebuah kisah nyata yang inspiratif dari seorang teman tentang betapa dahsyatnya kekuatan sedekah dan do’a. Semoga kisah ini semakin menambah keimanan kita kepada Allah bahwa hanya Allah-lah satu-satunya tempat kita memohon pertolongan.
Beliau adalah seorang ustadz di Yogyakarta, tidak perlu saya sebutkan namanya, kita sebut saja ustadz Satria (hehe...bukan Ksatria Baja Hitam RX loh ya). Di awal-awal kehidupan pernikahannya, beliau bukanlah orang berkecukupan, bahkan bisa dikatakan sangat kekurangan. Sampai suatu ketika istri beliau hendak melahirkan. Menurut vonis dokter, istri beliau tidak bisa melahirkan normal dan harus cesar. Menjelang kelahiran sang istri, ustadz Satria-pun membawa istrinya ke sebuah Rumah Sakit Islam swasta di Yogyakarta. Saat itu dokter memberikan alternatif 3 pilihan paket biaya persalinan cesar, yakni 7 juta, 9 juta, atau 11 juta. Ustadz Satria-pun bingung mau pilih yang mana soalnya uang yang beliau miliki hanya 1,5 juta. 
Di tengah kebingungannya, beliau-pun melaksanakan sholat 2 rakaat di mushola RS dan berdo'a. Selesai berdo'a beliau beranjak keluar. Bukan untuk menemui istrinya yang sedang melahirkan, namun beliau malah menuju ke luar rumah sakit. Beliau menemui bapak-bapak tukang becak di depan RS. Setiap tukang becak yang beliau temui dikasih uang sebesar 100-200rb. Sebelum dikasih uang, selalu ditanya sama ustadz, "pak putranya berapa?" kalau dijawab dua maka beliau memberikan uang 200rb, jika hanya 1, maka beliau memberi 100rb. Sampai akhirnya sisa uang beliau hanya sekitar 700rb. Dan kepada setiap bapak tukang becak yang beliau beri sedekah, beliau selalu mohon dido'akan agar persalinan istrinya lancar.
Selesai menyedekahkan uangnya, ustadz Satria kembali ke RS untuk menemui istrinya. Dan betapa terkejutnya beliau karena ternyata istrinya sudah melahirkan dengan normal tanpa harus cesar. Subhanallah. Dan biaya yang dibutuhkan untuk biaya melahirkan normal hanya sebesar 1,5 juta. Namun tetap ada masalah karena uang beliau hanya tersisa 700ribu. Beliaupun sholat dua rakaat lagi dan berdo'a. Selesai berdo'a beliau menyedekahkan sisa uangnya yang 700rb dan hanya disisakan 50ribu. Saat kembali ke RS, beliau bertemu dengan seorang kenalan lama yang pernah beliau bekam. Awalnya beliau tidak mau cerita mengapa ko istrinya belum diajak pulang, namun karena terus didesak, beliaupun akhirnya cerita kalau belum pulang karena belum punya uang untuk menebus biaya persalinan istrinya. Temannya tersebut hanya manggut-manggut. Sebelum pamit dia mendo'akan ustadz agar diberikan kemudahan. 
Beberapa saat kemudian, tiba-tiba suster memanggil ustadz Satria dan mengatakan bahwa istrinya ingin pulang sekarang. Ustadz jelas bingung, "saya kan belum melunasi biaya persalinan, suster, ko sudah mau pulang." tanya ustadz. "iya, pak, tadi sudah ada yang melunasi biaya persalinannya." "loh siapa?" "orang tersebut tidak mau menyebutkan namanya, pak." Ustadz tertegun. Namun dalam hati dia yakin bahwa orang yang telah menolongnya adalah teman lama yang barusan bertemu dengannya. Karena beliau tidak bercerita kondisinya kepada siapapin kecuali kepada orang tersebut. Subhanallah. Akhirnya dengan sisa uang yang hanya 50rb, beliau dengan istrinyapun pulang dengan menyewa becak.
Kisah inspiratif kedua terjadi ketika anak yang sudah dilahirkan tersebut sudah tumbuh dewasa dan hendak masuk sekolah dasar. Alhamdulillah diterima di sekolah IT swasta favorite di Yogyakarta. Yang namanya sekolah favorite tentu saja biaya masuknya mahal, sekitar 7 juta rupiah. Namun saat itu ustadz Satria benar-benar tidak memiliki uang sekedar untuk daftar ulang padahal batas waktu daftar ulang tinggal beberapa hari lagi. Akhirnya beliaupun menemui bendahara sekolah dan menceritakan kondisinya, jika mungkin ada keringanan biaya atau perpanjangan waktu untuk daftar ulang. Bendahara sekolah saat itu meminta beliau agar langsung menghubungi pihak yayasan karena yang berwenang menentukan keringanan biaya adalah yayasan bukan sekolah. Dan bendahara sekolah tersebut tetap meminta beliau untuk berusaha keras dulu mencari uang daftar ulang, mungkin dengan pinjaman atau lainnya.
Sepulang dari sekolah beliaupun pulang ke rumah dan menemui istrinya. Lalu istrinya bilang “Abi, apa ya yang bisa kita sedekahkan agar Allah memudahkan kita melunasi biaya masuk sekolah anak kita?” Ustadz terlihat berfikir, saat itu kondisinya keuangan mereka benar-benar sedang pailit, jadi untuk mengeluarkan uang untuk sedekah juga sangat sulit. Akhirnya istrinya punya ide “Bi, gimana kalau kita masak jengkol aja dan kita sedekahkan ke tetangga-tetangga kita?” Ustadz agak kaget mendengar usul istrinya. “Masa sedekahnya jengkol, Mi?” “Iya habisnya kalau uang kan kita gak punya, Bi. Ini ada uang sedikit kita belikan jengkol aja dan kita masak. Lagipula tetangga kita kan kebanyakan orang sunda jadi mereka pada suka jengkol.” Akhirnya ustadz pun setuju dengan usul istrinya. Dan karena uang mereka juga terbatas, akhirnya hanya 5 tetangga terdekat yang mereka beri sedekah semur jengkol. Saat itu istrinya ustadz sendiri yang mengetuk pintu-pintu rumah para tetangganya dan setiap kali beliau memberikan semur jengkol setiap itu pula beliau meminta do’a para tetangganya agar anaknya yang baru mau masuk sekolah bisa dilancarkan sekolahnya.
Malam hari setelah acara sedekah semur jengkol itu, ustadz mendapat telepon dari seorang teman lamanya di Kalimantan. Dia meminta ustadz untuk mengisi ceramah di Pertamina di Jakarta besok pagi, menggantikan ustadz Yusuf Mansur yang mendadak tidak bisa hadir. Awalnya ustadz menolak karena beliau merasa bukan levelnya untuk menggantikan ceramah ustadz Yusuf Mansur. Selama ini beliau hanya mengisi ceramah dari masjid ke masjid. Namun karena terus didesak dengan alasan sulit mencari ustadz pengganti dalam waktu yang sangat mepet, akhirnya ustadz pun bersedia. Dan ternyata panitia sudah menyediakan tiket pesawat PP Yogyakarta-Jakarat untuk beliau. Singkat cerita, setelah mengisi ceramah panitia memberikan uang saku untuk ustadz yang baru dibuka setelah tiba di rumah. Dan subhanallah amplop tersebut berisi 15juta rupiah. Beliaupun sujud syukur, uang tersebut lebih dari cukup untuk melunasi biaya masuk sekolah anaknya. Bahkan ada bonus 8 juta. Saat mengetahui jumlah isi amplop tersebut, beliau berseloroh kepada istrinya. “Subhanallah ya, Mi, kita sedekah jengkol ke lima rumah dapat 15 juta, artinya satu rumah Allah ganti dengan 5 juta. Coba kalau kita kemarin sedekahnya ke 10 rumah pasti dapatnya 50juta.” Kata beliau sambil tersenyum. Tapi kemudian beliau berkata lagi untuk dirinya sendiri: “wah ternyata manusia itu serakah ya, Mi, sudah diberi banyak minta lebih banyak lagi.” Dan beliaupun beristighfar.
Kisah ketiga, ini masih tentang ustadz Satria, kisah yang membuat saya sampai berdecak kagum. Tidak semata-mata Allah memberikan kemudahan rezeki yang berlimpah jika beliau bukanlah orang yang pandai bersyukur, rajin bersedekah, dan tentu saja tetap low profile, meskipun saat ini keadaan ekonominya sudah berubah drastis. Suatu ketika ustadz dikontak oleh seorang pebisnis dari Kalimantan untuk bertemu ustadz di Yogyakarta. Kita sebut saja beliau pak Bambang. Pak Bambang ini seorang bisnisman yang kaya raya, beliau memiliki seorang anak yang katanya terkena gangguan jin. Sudah diterapi dimana-mana namun sampai saat itu penyakit anaknya tidak kunjung sembuh. Sampai kemudian beliau mendapatkan informasi tentang ustadz Satria dan meminta ustadz merukyah anaknya. Saat itu pak Bambang dan anaknya langsung datang ke Yogyakarta dan janjian bertemu dengan ustadz di sebuah hotel.
Malam itu hujan turun sangat deras. Berhubung istrinya sedang tidak ada di rumah, beliaupun mengajak ketiga anaknya ikut ke hotel menemui pak Bambang. Dengan mengendarai motor dan memakai mantel seadanya, berangkatlah beliau menuju hotel. Sampai di hotel, pak Bambang kaget melihat mereka bertiga datang dalam keadaan basah kuyup. “loh ko basah-basahan, pak, ke sini naik apa?” tanya pak Bambang. “kami naik sepeda motor, pak.” Jawab ustadz Satria. “memangnya mobilnya ke mana, pak?” tanya pak Bambang lagi. “saya tidak punya mobil, pak.” Jawab ustadz sambil tersenyum. Pak Bambang hanya manggut-manggut dan mempersilahkan ustazd beserta ketiga anaknya mausk ke dalam hotel.
Alhamdulillah dengan ijin Allah, setelah diobati oleh ustadz Satria, penyakit anak pak Bambang sembuh dan tidak pernah kambuh lagi. Suatu saat, pak Bambang menelepon ustadz Satria kalau dia ingin memberikan sesuatu sebagai bentuk ucapan terimakasihnya kepada ustadz Satria. Ustadz-pun mengijinkan asalkan tidak memberatkan katanya. Dan subhanallah hadiahnya adalah sebuah mobil XXX (saya lupa merk-nya ^^) seharga 480juta. Karena ustazd Satria itu low profile banget, beliau malah tidak pede ketika harus menggunakan mobil tersebut saat mengisi acara-acara pengajian. Beliau khawatir jika memberatkan panitia yang mengundang beliau ceramah karena kalau ustadz-nya pakai mobil mewah biasanya harus dikasih fee banyak. Yah mobil tersebut memang terlampau mewah untuk level seorang ustadz yang hanya biasa ceramah dari masjid ke masjid. Padahal beliau mengisi ceramah bukan untuk mengharapkan upah. Akhirnya beliaupun meminta ijin kepada pak Bambang untuk menukar mobilnya dengan yang lebih sederhana. Dan 1 mobil seharga 480juta tersebut berhasil ditukar dengan 3 mobil, yakni avanza, panther, dan APV. Subahanallah. Dan apa yang telah beliau miliki tidak kemudian beliau menjadi sombong. Beliau tetap berpenampilan sederhana dan low profile, bahkan mobil beliau boleh dipakai siapapun, tanpa harus bayar sewa yang penting di rawat. Beliau bilang bahwa mobil itu hanyalah titipan Allah dan awalnya beliaupun tidak memiliki itu.
Semoga kisah ini menjadi inspirasi untuk kita semua. Bahwa pertolongan Allah itu teramat dekat bagi orang-orang yang senantiasa dekat dan meminta kepada-Nya. Banyak sekali kisah-kisah inspiratif dari do’a dan sedekah. Semoga ini semakin menambah keimanan kita, semakin menambah ketergantungan kita hanya kepada Allah, dan semakin meringankan tangan kita untuk selalu menyisihkan setiap rezeki Allah yang diberikan kepada kita. Sekecil apapun sedekah yang kita berikan, insya Allah akan diberikan balasan yang sesuai, baik cepat atau lambat. Keep sedekah ^___^

Thanks a lot untuk bunda Susi atas kisah inspiratif-nya ^___^

0 komentar: